Showing posts with label Filsafat. Show all posts
Showing posts with label Filsafat. Show all posts

Monday, June 29, 2009

Menunggu Bus Lewat

By: agussyafii

Setiap kali menunggu bus dalam keadaan buru-buru. Bus yang ditunggunya lama banget. Hati suka bicara sendiri. 'Lama banget ya..kok nggak lewat-lewat.' Namun bila tidak sedang menunggu bus yang kita cari. Bus yang kita cari malah sering lewat. Biasanya agar mendapatkan bus, saya berhenti sejenak. menikmati sarapan pagi dengan minum secangkir teh sambil menyantap pisang goreng. Menghirup udara pagi. Memandangi mentari. sambil tidak terlalu berharap bus akan lewat. Busnya justru seolah menghampiri saya.

Kata kuncinya berharap. Berharap terhadap apapun secara berlebihan selalu membuat hati kita menjadi mudah kecewa. Suami yang berharap terhadap istrinya tampil sempurna, selalu saja suaminya kecewa karena bukan istrinya yang membuat dirinya kecewa tetapi lebih karena harapannya yang berlebihan membuat sang suami menjadi mudah kecewa. Demikian halnya orang tua yang berharap anak bisa tampil hebat. Bukan kehebatan anaknya yang didapat malah kekecewaan yang didapat oleh orang tuanya. Begitu pula ada seorang pemuda yang berharap menjadi pengusaha sukses melahap buku apapun agar menjadikan dirinya pengusaha sukses malah berujung pada kekecewaan..

Disaat kita berada dipersimpangan jalan. Masalah menumpuk. Kepala pusing. Tak tahu yang harus dilakukan. Sebaiknya berhentilah sejenak. Nikmati musik. Minumlah secangkir teh. Hiruplah segarnya udara pagi. Biasanya disaat kita tak berharap apapun. Solusi malah datang menghampiri. Jika memang itu sebuah solusi yang anda butuhkan. Silahkan gunakan solusi tersebut. Jika tidak, tunggulah akan ada solusi yang lain saatnya tiba.

Itulah yang terindah dalam hidup saya, menunggu bus lewat. Menunggu bus lewat menjadi teramat berarti didalam hidup saya. Banyak pelajaran yang saya bisa petik hikmahnya. Termasuk bagaimana caranya menyelesaikan masalah atau menemukan solusi. Ternyata hal itu sangat sederhana dan saya ingin membagikan untuk anda. Sesuatu yang indah akan datang pada hidup kita, asal kita tetap sabar. Biasanya dia datang justru pada saat tak disangka-sangka, ketika kita tidak memikirkannya.

Wassalam,

Agussyafii

Kapan Punya Nissan?


By: agussyafii

Malam itu saya on air di Radio Bahana untuk mengisi program acara 'Power of Peace.' Kalo ada teman-teman yang pengen ikutan boleh juga. silahkan hubungi saya. Namun malam itu ada sesuatu yang menarik buat saya malam itu. Sebuah tulisan dari desain kaos oblong milik Mas dwijo, salah seorang reporter Radio Bahana.

Tulisan itu berbunyi, Kapan punya Nissan? yang tergambar mobil nissan. Semangat hidup saya seolah berkobar. Pertanyaan itu menyulut saya untuk bekerja keras, seolah hendak hidup selamanya. Siang malam bekerja, tiada henti. Memenuhi semua kebutuhan. Untungnya dalam hidup ini tidak terjebak dalam kredit ataupun kartu kredit. Ada teman yang bekerja berangkat pagi pulang malam setiap harinya. Sampai satu hari teman itu bertanya tetangga kami yang tinggal tepat disebelah rumahnya. 'Mas Agus, Pak Sugeng kemana ya kok nggak pernah kelihatan?' 'Hah?' terheran saya mendengarnya. 'Mas, Maaf..Pak Sugeng sudah meninggal tiga bulan yang lalu.'jawab saya. mendengar perkataan saya wajahnya tidak menampak refleksi apapun. Wajahnya datar. 'Maaf' katanya sambil meninggalkan saya berlalu begitu saja.

Mungkin teman ini merupakan wujud dari bagian mekanistik masyarakat perkotaan. Semua berputar dan bekerja seolah tiada henti. Tidak mengenal lelah. Kalo berhenti berarti orangnya lagi tidur. Tidur sebentar atau mungkin tidur selamanya.

Desain kaos oblong Mas Dwijo ini sangat menarik. Tulisan berikutnya berbunyi, Kafan punya nisan? dengan gambar kain kafan dan batu nisan. Membaca tulisan itu rasanya 'makdeg' ada kekagetan. seolah mengingatkan saya tentang kematian. Kematian merupakan sebuah oase perjalanan panjang. Berhenti untuk mengingatkan bahwa hidup tidaklah selamanya. Berpikir kafan punya nisan menjadi bahan pengerem ambisi yang tak pernah ada habisnya. Teman menyeletuk..hus ngapain ngomongin kematian, kayak nggak punya kerjaan.

Tidak ada salahnya sekali watu kita mengingat mati. jika ingin mati secara indah, hiduplah dengan indah. Jika kita tahu kapan kita mati maka hidup kita akan menjadi tenang, santun dan rendah hati. Kematian menjadi sesuatu yang menakutkan karena adanya perpisahan. Bila terbiasa dengan perpisahan sehari-hari maka perpisahan melalui kematian akan menjadi sesuatu yang indah. Mengingat kematian berarti membuka pintu pencerahan hati kita. yaitu memperlakukan semua sama indahnya. gagal sukses, suka duka, manis getir, sehat sakit, hidup mati, kaya miskin semuanya indah dan sempurna. Menjalani hidup dengan penuh syukur kehadirat Ilahi Robbi.


Wassalam,
agussyafii

Power of Peace


By: agussyafii

Power of Peace adalah tema program on air di Radio Bahana, biasanya saya sebagai narasumber program 'Power of Peace.' setiap Rabu malam. Selain bekerja di Mubarok Institute, mengajar anak-anak Amalia, juga sesekali sebagai narasumber di sebuah seminar maupun pelatihan merupakan kegiatan dalam keseharian yang saya jalani. Namun kegiatan sebagai narasumber program radio merupakan kebahagiaan tersendiri buat saya. Selain bisa berbagi ilmu namun juga bisa belajar banyak kearifan dari orang lain.

Pernah suatu ketika pada program 'Power of Peace' mengambil tema Keajaiban Hidup. Tak lama kemudian ada salah satu pendengar setia Radio Bahana yang menelpon saya menanyakan alamat rumah. Ternyata setelah kami berbincang Sang Bapak mengidap penyakit kanker darah. Katanya setelah medengar program acara 'Power of Peace' membuat hidupnya lebih bersemangat. Sakitnya membukakan pintu pencerahan untuk lebih bersemangat berbuat baik kepada orang-orang disekelilingnya.

Semua pertanyaan sangat menarik. tentang makna hidup. Bagaimana cara hidup berbahagia, ada juga salah seorang penelpon yang bertanya, 'Mas Agus Syafii, saya seorang ayah yang hidup bahagia dengan istri yang cantik dan dua putri yang mungil, tetapi saya telah berselingkuh dan istri saya tidak tahu. apakah itu salah mas agus?' Saya katakan pada sang penelpon jika perbuatan itu tidak salah, bapak pasti tidak akan menelpon saya.

Banyak orang yang bertanya seperti itu. Mereka tahu bahwa perbuatan itu salah namun dengan bertanya kepada narasumber agar mendapatkan pembenaran terhadap apa yang dilakukan. Kita tahu perbuatan yang benar dan perbuatan yang salah. Sekalipun tanpa bertanya kepada orang lain. Kita hanya membutuhkan pembenaran dari sikap kita.

Itulah Power of Peace bagaikan telaga ditengah padang pasir, tempat singgah masyarakat perkotaan ditengah kemacetan yang haus mencari spiritualitas. Jangan lupa untuk selalu mendengarkan Radio Bahana ya..101.8 FM Jakarta


Wassalam,
Agussyafii

Air Matanya Telah Mengering

By: agussyafii

Air matanya sudah lama tidak bisa mengalir. Sejak kehidupan yang dialaminya kekecewaan yang selalu didapatkan. Adiknya yang dibantu malah merebut pasarnya. istri yang dicintainya meninggalkannya justru ditengah dirinya terpuruk. untungnya anak-anaknya masih setia menemaninya. Mas Izul suka sekali berkumpul dengan anak-anak Amalia. terkadang hari jumat ikut yasinan bersama kami. Katanya, air mata saya telah lama mengering. Hanya kepada Sang Khaliqlah saya memohon pertolongan.

Mas Izul begitu kuat dan tegar. Bila bukan karena keyakinannya dia sudah jatuh tersungkur. Malam itu Mas Izul bercerita. Dirinya jatuh sakit. Dari hasil pemeriksaan ternyata dia mengalami pembengkakan empedu dan harus dirawat dirumah sakit. untuk dirawat. Ditengah ketidak berdayaannya, dengan berbaring. Saya melaksanakan sholat fardhu. dilanjutkan dengan berzikir dan berdoa.

Memohon kepada Alloh SWT agar diberikan kesempatan untuk menebus semua dosa-dosa yang pernah dilakukannya. Saya tidak bisa meninggalkan warisan apapun kepada anak-anak. Saya hanya memohon diperkenankan oleh Alloh SWT memberikan waktu agar saya bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan saya. Agar bisa membimbing anak-anak.

Sungguh luar biasa. Setelah berdoa tubuh saya agak pulih. Namun kesembuhannya harus ditebusnya dengan menghadapi tiga kali pisau bedah para dokter. Operasi demi operasi harus dilaluinya. Sampai kemudian Mas Izul sembuh total. Malam itu Mas Izul menangis dengan derai air mata. katanya sungguh nikmat orang bisa menangis. dirinya sudah lupa kapan terakhir menangis. Air matanya wujud kebahagiaan dirinya. 'Air mata ini sebagai tanda saya tidak pernah menyesali penderitaan yang telah saya lalui. Cobaan itu justru membuat saya semakin nikmat menghadapi hidup. Sesungguhnya Alloh SWT tidak memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambaNya untuk menerima.'

'Untuk saya Alloh SWT memberi cobaan, tetapi didalamnya Alloh juga memberikan hikmah yang teramat besar agar saya memahami makna hidup ini. Tutur Mas Izul dalam kebahagiaan itu. Malam itu Mas Izul sudah bisa menangis lagi setelah lama air matanya mengering dalam duka. Dalam nestapa banyak karunia hidup yang diterima dari Sang Khaliq. Suara anak-anak Amalia terdengar nyaring membaca surat Yaasin. Dan kami memanjatkan doa kebahagiaan untuk semua insan.


Wassalam,
Agussyafii

Art for US: Add Your Art Site! Free URL submission. www.artfor.us